Laman

Arsip Blog

Sabtu, 14 April 2012

4 FAKTOR PENGHALANG KEMAJUAN PENDIDIKAN


Sangat banyak para pelajar yang tersesat oleh pergaulan  yang salah karena terjerumus dalam obat-obat terlarang (NARKOTIKA), perkelahian antar pelajar atau tawuran dan masih banyak lainya, dan ini merupakan suatu bukti bahwa akhlak pada diri pelajarlah yang harus dahulu dibenahi. Akhlak yang baik akan mencerminkan sosok sikap diri yang baik pula, namun sebaliknya bila akhlak sang pengajar / pendidik yang buruk maka secara langsung para pelajar pun akan berlaku buruk dan terutama keperdulian orang tua terhadap anaknya. Faktor pertama yang saya bahas adalah “Akhlak Para Pelajar”.
                “Banyak anak, banyak rejeki”, itu yang dikatakan orang tua terdahulu, namun bukankah banyaknya anak akan menambah beban dalam perekonomian keluarganya..!! bagi mereka yang berkecukupan itu tak masalah, namun bagi mereka yang sulit dalam ekonomi itu yang sangat menyulitkan. Kebanyakkan orang misikin itu, diakibatkan oleh kemiskinannya sendiri. Contoh : sebuah keluarga miskin, yang suaminya sakit-sakitan karena sudah tua, istrinya yang bekerja menjadi pencuci baju di rumah orang (demi membiayai pengobatan suaminya), lalu memiliki 5 orang anak, anak pertama usia 10 tahun (yang tidak bersekolah dan menjadi penjual koran demi memenuhi kebutuhan keluarga), anak kedua berumur 9 tahun (yang tidak bersekolah karena tak dapat memenuhi biaya sekolahnya), lalu ketiga adiknya yang masih kecil itu lah yang harus dinafkahi oleh sang kakak. Itu lah maksud dari kata “Kemiskinan itu, diakibatkan oleh kemiskinannya sendiri”. Anak tidak hanya dipenuhi sandang dan pangan namun pendidikan pulalah yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Karena tuntutan ekonomi keluarganya lah, yang menghalangi sang anak untuk melanjutkan pendidikannya. Bagaimana ia mau bersekolah sedangkan mereka sulit dalam bidang ekonomi, dan ia harus mau tidak mau menjadi tulang punggung keluarga. Ini adalah faktor kedua yang saya bahas dalam persoalan pendidikan yaitu “Kemiskinan”.
                Kebanyakkan sekolah negeri saat ini tidak sama dengan kualitas sekolahnya, mengapa saya katakan seperti itu? Karena, masih banyak para guru yang bersangkutan memunggut / meminta uang kepada calon murid, dengan cara ini para pelajar pun dapat masuk kesekolah negeri yang ia inginkan tanpa harus memiliki kriteria nilai yang baik, dengan uang ia dapat berkehendak. Bagaimana pendidikan akan menjadi maju?? Bila lembaga pendidikannya saja masih memunggut dana. Contohnya saya : saya telah memiliki nilai seperti yang diharapkan oleh sekolah “A”,  sedangkan teman saya yang memiliki nilai jauh dibawah saya, ia dapat masuk dengan memberikan uang kepada guru sekolah “A” tersebut. Sekarang, saya dapat menilai : Apa beda nya sekolah negeri dengan swasta, toh keduanya itu tempat membina seorang pelajar untuk berlaku jujur dan menjadi sosok generasi yang dapat menyongsong negri ini kearah yang baik. Sekolah negeri belum tentu menjamin kita menjadi sosok yang berkualitas kedepannya, namun hanya dari dirinyalah yang berkemauan untuk menjadikan dirinya itu untuk berkualitas kedepannya nanti. “Sebuah sekolah itu akan berpredikat baik, bila para pelajar yang didalamnya pun berkualitas.”  Faktor ketiga yang saya bahas adalah mengenai “Lembaga Pendidikan”.
                Gunakan dana yang didapat untuk sekolah, untuk memenuhi fasilitas sekolah yang belum tersedia, jangan mengunakkannya menjadi kepentingan pribadi (Mengambil uang yang bukan hak milik kita), suatu pendidikan akan maju, bila fasilitasnya pun terpenuhi. Faktor keempat “Gunakan Dana Sebaik Mungkin”.

FAKTOR FASILITAS SEBAGAI PENUNJANG PENDIDIKAN


Kebanyakan orang-orang yang terlibat di suatu lembaga, terutama lembaga pendidikan, masih ada orang dalam yang tidak berlaku jujur dalam mengelolah keuangan. Keutamaan suatu pendidikan akan menjadi berkualitas bila orang dalam lembaga tersebut bertindak sesuai yang telah ditetapkan. Sekarang menjadi tanda tanya, dikemanakan dana yang seharusnya menjadi keperluan untuk fasilitas sekolah ini?? Pertama saya akan membahas mengenai “Orang-orang yang terlibat dalam pengelolah dana sekolah”. Fasilitas akan terpenuhi bila orang yang mengelolahnya tersebut berlaku jujur. Uang yang bukan hak milik kita, lalu kita ambil, walaupun ditutup-tutupi sekali pun pasti akan terbongkar. Tidak sekarang.. namun nanti, disuatu saat nanti akan berbalik menjadi ancaman bagi diri kalian.
                Sebuah peraturan itu harus lebih tegas, agar para penggurus dana lembaga pendidikan menjadi lebih disiplin dalam mengkoordinasi uang yang akan dikeluarkan untuk keperluan sekolah bukan menjadi keperluan pribadinya.
                Sekarang saat nya membahas masalah “Fasilitas Sekolah”, sudah kah lembaga-lembaga pendidikan di negara Indonesia terpenuhi fasilitas yang dibutuhkan dalam bahan penggajaran?? Tidak semuanya, hanya sekolah-sekolah tinggkat internasional yang telah terpenuhi, namun sekolah-sekolah yang tidak tinggkat internasional, mereka hanya dapat mengunakan media buku sebagai bahan ajarnya. Setelah adanya dana yang diberikan, tinggal sekolah yang mengelolah dana tersebut untuk membelikan peralatan kebutuhan sekolah seperti : media komputer, mikroskop, alat-alat  praktik fisika, kimia, biologi, dan tersedianya ruang listening serta perpustakaan dengan media internet. Tidak hanya buku dan guru saja kita mendapatkan pengetahuan, namun dari media internet pun kita jauh lebih jelas dapat memahami suatu pengetahuan.
                Setelah menjalarnya media internet dan warung-warung internet, sekarang kita tidak kesulitan lagi dalam mengenal dan memahami dunia luar, tak harus pergi ke Korea untuk mengenal bahasanya, kita dapat mempelajarinya semua di Internet. Namun sudahkah kita menggunakannya secara “Positif”? kebanyakkan para pelajar saat ini salah dalam memanfaat media internet, seperti contohnya : game online yang sedang marak-maraknya, dan para pelajarlah yang menjadi targetnya, karena keasyikan main game, mereka menjadi malas untuk belajar bahkan ada yang lebih parahnya lagi membolos sekolah demi tak mau ketinggalan game online. Bukankah adanya suatu fasilitas menjadikan tunjangan bagi diri untuk lebih baik dan berkualitas!! Tidak, seperti contoh diatas yang salah dalam menggunakan media Internet. Awal dari ajakan teman, ikut dan menjadi ketagihan untuk memainkannya. Jadi inti nya, hanya pada diri kitalah yang menjalankan internet dengan benar, jangan internet yang menjalankan kita. Setelah tersedianya fasilitas, tinggal kita yang merawat fasilitas tersebut menjadi tidak cepat rusak.
                Tak kalahnya lagi, telah banyak para pelajar baik SMP, SMA dan mahasiswa yang mengunakan internet sebagai ajang untuk melihat film dan gambar porno, dan yang lebih parahnya lagi para pelajar SD pun kebanyakkan telah melihat dan ini akan merusak pola fikir sang anak. Bagaimana suatu pendidikan dalam negara akan menjadi berkualitas, bila para pemuda/pemudi nya seperti di atas.  Dan disisi lain pun keperdulian orang tua terhadap anak harus terjalin baik, agar sang anak tidak melanggar kehendaknya.
                Yang membuat baik buruknya diri kita tidak tergantung pada media, namun pada diri kita masing-masinglah, yang menjadikan diri kita baik dan berkualitas untuk agama, bangsa dan negara.

“SECERCA CAHAYA BERSAMPULKAN KERTAS” (Naskah Drama untuk 6 pemeran)

Sebuah keluarga yang sangat sederhana, Ibunya mengalami buta di salah satu matanya sejak lahir dan Ayahnya mengalami cacat pada bagian salah satu kakinya yang diakibatkan kecelakaan.

Kumandang azan subuh pun bergema, saatnya bu Imah membangunkan sang anak untuk segera beranjak mengambil wudhu dan lekas sholat.
Bu Imah              : “Nak, ayo bangun…kita sholat subuh berjamaah ya?” (Memegang pundak sang
                                     anak)
Kamrina              : “Ah…apaan sih loe… gue masih ngantuk ngak usah dibangunin, kalau mau sholat,
                                    yaa sholat aja sendiri ngak usah ngajak gue. Pergi sonoh!!” (Mendorong tubuh
                                    sang Ibu yang telah renta)

Begitu merinti hati kecil sang ibu mendengar perkataan sang anak yang dilontarkan kepadanya.

                Kebetulan hari ini libur, kesempatan Kamrina seperti biasa di hari libur, yaitu join bareng sama club_fun nya di ”Cufe Yuk Mari!!” . Sang teman yang telah lama menunggu kehadiran Kamrina, akhirnya  datang  juga.
Kamrina              : ”Hi..guys udah lama ya...nungguin gue disini?” (Tersenyum malu karena
                                    keterlambatannya)
Jamal                   : ”Kemana aja sih loe,, kita-kita udah lama banget nungguin loe!!” (Mengacungkan
                                     jari telunjuk kearah muka Kamrina)
Kamrina              : ”Wah...sorry deh!! Biasa ngak ada hari tanpa macet.” (Tersenyum malu)
Jamal                   : ”Alah-alah palingan alasan loe doang, udah deh...sekarang mana janji loe.”
                                    (Berwajah mengancam)
Kamrina              : ”Janji apa??” (Nampak kebinggungan di raut wajahnya)
Jamal                   : ”Wah..parah, pakai belagak lupa lagi.” (Menggebrak meja cafe)
Rudin                    : ”Sabar bro, ngak usah buat onar deh..ok! inget ngak loe Rin, pas kita taruhan
                                     pertandingan bola dan loe kalah dalam taruhan itu lalu loe punya janji buat
                                     neraktir kita-kita. Ingetkan loe? ”
Kamrin                 : ”O...oo..h...iya..ya (Sedikit terbata-bata), gue lupa nieh,, gimana kalau gue traktir
                                    di sekolahan aja, tapi...tunggu dua hari lagi yaa guys, maklumlah bokap gue belum
                                    ada money, Key!!” (Menawarkan tangannya untuk bertepuk bersama tanda
                                    persetujuan)
Jamal dan Rudin: ”Emmm...Oklah kalau begitu!!!” (Bertepuk)
Kamrina              : ”Untuk sementara ini kita minum aja dulu ok!!” (Tersenyum)
Jamal dan Rudin: ”Baiklah..”
Kamrina              : ”Pelayan.... !!” (Memanggil)
Pelayan               : ”Ya... apa yang ingin anda pesan?” (Berjalan menuju meja)
Kamrina              : ”Cappuccino dua” (Memesan)
Pelayan               : ”Baiklah, tunggu sebentar” (Berjalan menuju meja pemesanan)
                                   ”Ini pesanan anda, terima kasih” (Memberikan pesanan dan lekas pergi)
Kamrina              : ”Oh..ya sorry ya ...guyz,  gue ada urusan ni, gue pulang dulu yaa!! Bye..” (Bergegas
                                     meninggalkan tempat)
                Sepulangnya Kamrina dari Cafe, ia lekas meminta uang kepada sang ayah yang pada saat itu baru saja pulang dari kerja sebagai buruh bangunan.
Kamrina              : ”Pak, bagi uang dong!!” (Menadahkan tangannya)
Pak Yono            : ”Huuf...bapak capek nak, bentar yaa... kamu bisa ambilkan secangkir air buat
                                    bapak, Bapak haus nak.” (Dengan wajah yang tampak letih)
Kamrina              : ”Baiklah, tunggu sebentar (Melangkahkan kakinya menuju dapur dan mengambil
                                    secangkir air, namun bukan diberikan kepada sang ayah malahan disiram kewajah
                                    sang ayah) Noh...ambil sendiri emang gue pembantu, gue minta uang bukan minta
                                    di suruh-suruh.” (Wajahnya nampak marah)
Pak Yono            : ”Masya’allah nak, sabar sebentar bapak letih sekali, untuk hari ini bapak belum
                                    dapat bayaran karena kaki bapak terlalu sakit!!” (Mengusap-usap dadanya)
Kamrina              : ”Dasar Pincang!! Bete gue dengernya, pokoknya dua hari dari hari ini, bapak harus
                                     kasih uang sama Rina. Awas aja entar kalau engak.” (Mengajungkan jari telunjuk
                                     kearah wajah sang ayah)

                Merintih hati sang ayah mendengar perkataan anak semata wayangnya yang memperlakukannya tidak selayaknya orang tua.

Setelah itu Kamrina bergegas  menuju sang Ibu yang baru pulang dari berjualan kue keliling.
Kamrina              : ”Bu...bagi uang donk!!” (Menadahkan tangannya)
Bu Imah              : ”Maaf nak, hari ini dagangan Ibu belum terjual habis, sabar yaa!!” (Mengelus
                                    pundak sang anak)
Kamrina              : ”Sabar-sabar mulu, dasar buta kesel gue dengernya. Pokoknya dua hari dari har
                                    ini harus ada. Awas aja entar kalu kagak ada.” (Mengajungkan jari telunjuk
                                    kearah wajah sang Ibu lalu bergegas meninggalkan rumah)

Rumuk hati sang ibu melihat perbuatan sang anak yang memperlakukannya semena-mena.

Dua hari berlalu....
                Saatnya Kamrina menagih apa yang telah ia janjikan kepada kedua orang tuanya.
Kamrina              : ”Uang-uang mana uang yang gue minta, buruan!! Gue mau sekolah nih.”
                                    (Menadahkan tanggannya)
Bu Imah dan Pak Yono                : ”Ini nak.” (Memberikan uang kepada sang anak)
Bu Imah              : ”Gunakan seperlunya ya nak, jangan dihambur-hamburkan.” (Memegang pundak
                                     sang anak)
Kamrina              : ”Itu urusan gue, jangan ikut campur” (Menunjuk wajah sang Ibu), ”Ok..gue mau
                                     berangkat sekolah.” (Meninggalkan rumah)

                Sesampainya disekolahan, ia lekas menghampiri Jamal dan Rudin untuk mentraktir makan bareng dan bergegas menuju kantin.
Kamrina              : ”Ok.. loe-loe semua mau makan apa aja? Ambil semua entar gue semua yang bakal
                                     bayar semuanya.” (Menunjuk makanan)
Rudin                    : ’’Apa aja lah, yang penting super-super enak. Gue ngak mau yang terlalu mahal
                                    takut entar loe ngak bisa bayar, kan loe anak dari bapak yang pincang dan kerja
                                    buruh bangunan, ibu yang buta berjualan kue keliling didekat rumah warga.’’
                                    (Berwajah menyindir)
Kamrina              : ’’Loe itu ngomong apaan sih.’’ (Menampar  pipi Rudin)
Jamal                   : ‘’Sudah...sudah...santai bro!!’’ (Melerai)
Kamrina              : ’’Ok !!’’ (Meninggalkan kantin)

                Kamrina bergegas meninggalkan kantin meninggalkan Rudin dan Jamal karena tersinggung akibat perkataan yang dilontarkan oleh Rudin.

                Sepulang sekolah Kamrina lekas menuju rumah, namun sesampainya di rumah, didapatkannya sebuah  bendera hijau yang bertuliskan ‘’Innalillahi wa’inailaihi rodziun’’, lalu ia lekas masuk kedalam rumah.
Kamrina              : ‘’Bu ada apa ini, kok ramai sekali !!’’ (Wajahnya tampak binggung)
Bu Imah              : ‘’Sabar yaa nak, Bapakmu telah tiada, ia meninggal akibat jatuh dari atap pondasi
                                     bangunan.’’ (Memegang pundak sang anak)
Kamrina              : ”TIDAK !!!! BAPAK!!! Jangan tinggalin Rina.’’
Bu Imah              : ”Sabar nak, Ini ada sedikit pemberian bapakmu yang dititipkan ke Ibu sehari
                                     sebelum bapakmu wafat, coba dibuka!!” (Memberika Sebuah Kotak)
Kamrina              : ”Apa?? Handphone?? Untuk ku??” (Dibukalah kotak tersebut, yang didalamnya
                                     juga terdapat sebuah surat)

Assalamu’alaikum...
Untuk Anak Terkasihku
Kamrina

Telah lama bapak ingin memberikan kamu sebuah hadiah yang mungkin tidak seberapa.
Namun ini merupakan sebuah kebahagian tersendiri bagi bapak karena telah mampu membelikan barang yang telah lama Rina inginkan.
Bagus bukan!! J
Selamat Ulang Tahun ke-16 tahun anakku

”Jadilah anak yang sholeh serta berbakti kepada kedua orang tua”

Dari : Ayah yang selalu ada untukmu
Sekian....Wassalamu’alaikum...

                Sang ayah meninggal tepat di hari ulang tahun sang anak yang beranjang ke-16 tahun. Disela hati kecilnya terbesit sebuah penyesalan, karena ia belum sempat mengatakan ”Maaf” kepada sang ayah.

**********************TAMAT**********************

“JERITAN LEMBAH HITAM” (Naskah Drama, dengan 8 pemeran)

Pada suatu ketika ada tiga orang anak dugem, yang selalu tak pernah absen di bar dan diskotik, mereka adalah Ari, Viny dan Rian. Ari yang tak lain adalah anak yatim yang frustasi akibat ditinggal oleh sang ayah, sedangkan Viny , ia seorang anak perempuan yang frustasi juga akibat ditinggalkan oleh sang ibu dan ayahnya yang meninggal akibat kecelakaan, dan sedangkan Rian adalah seorang anak dari pasangan suami-istri yang pekerja keras, hingga sang anak tak pernah merasakan kasih sayang dari sang ibu dan ayah.

(Suasana ramai, semua berkerumun di diskotik untuk menikmati bir-bir yang telah disajikan lalu berjoget ria).
Ari          : “Hy guys..sory nih datang nya telat,, biasa hare gene jalan raya makin
                     macet.”
Viny       : “ya..ya..ya.. so, giliran loe yang traktir minum kita-kita”.
Rian      : “OK gus?? (mengacungkan jempol).
Ari          : “Ya..Okelah,,apa sih yang gak buat loe semua” (membalas acungannya).
                   “Ok…Chirs..” (menyatuhkan botol bir bersama-sama).
Viny dan Rian   : “Asek…” (bertepuk tangan)

(Suasana ramai berganti menjadi sepi, jam menunjukkan pukul 02.00 pagi. Mereka pun lekas pulang).
Viny       : ‘’Hey…guys, bangun donk..(menepuk bahu) ni udah pagi..entar loe mo
                     kuliahkan !!’’
Ari          : ‘’Ya..okelah (bangun dari tidur), gue pulang yaa !! entar loe Viny pulang ama
                     Rian aja ya ?? ‘’
Viny       : “Ok lah..  ati-ati bro.’’
Rian      : “yuk…pulang!!”
Viny       : “ok!!”

(Sesampainya Ari di rumah, ia bertemu sang Ibu. Sang ibu yang telah lama menunggu kehadiran sang anak di ruang tamu hingga pagi hari).
Ibu Ira  : ‘’Ya..Allah anak ku…tidak kau ucapkan salam kepada ibumu yang ada dirumah,
                     menunggumu hingga engkau pulang ?? kemana saja kamu Nak ?? kenapa
                     hingga pagi hari kamu baru pulang ?? ‘’ (sang ibu bertanya sambil menepuk
                     bahu sang anak).
Ari          : ‘’Banyak tanya banget sih ibu.’’ (sambil mengacungkan telunjuk ke wajah sang
                     ibu).
Ibu Ira  : ‘’Masyaallah anak ku..  kenapa engkau memperlakukan ibu seperti ini??”
Ari          : ‘’Sudah-sudah.. gue pusing denger ceramah dari loe’’. (membanting pintu
                     kamar).

(Suasana sunyi dan sepi, selesai melakukan shalat tahajud Ibu Ira pun bermunajad).
Ibu Ira  : “Ya..Allah... limpahkanlah hidayah dan rahmat-mu kepada anakku Ari,
                     jadikanlah ia seorang anak yang sholeh, patuh akan perkataan ibunya dan
                     jauhkanlah ia dari siksa api neraka”. (menadahkan kedua tanggan dan                            berdoa).
(Dari kejauhan dibalik pintu kamar sang Ibu, Ari pun mendengar do’a sang Ibu).
Ari          : ‘’Ibu… maafkan aku’’ (meneteskan air mata).

(Pagi pun tiba saatnya sang mentari membangunkan benih-benih yang terlelap dalam tidurnya).
Ibu Ira  :   (membuka pintu kamar sang anak).
                     Nak, bangulah.. hari sudah cerah, nanti kamu kan mau kuliah. Makanan sudah
                     ibu sajikan di dapur, makanlah nanti keburu dingin. Uhuk..uhuk… (sang ibu
                     sedang sakit).
Ari          : ‘’Ya…baiklah,, nanti gue bangun. Dah pergi sana!!’’ (mengusir sang ibu).
Ibu Ira  : ‘’Baiklah anakku. Uhuk..uhuk.. ‘’ (lekas meninggalkan kamar sang anak).

(Ponsel Ari berdering… seperti ada yang menghubunginya).
Ari          : ‘’Ya?? Hallo?? Ni siapa??” (sambil memegang ponsel).
Ridwan                : ‘’Assalamu’alaikum sahabatku.. apa kabarmu?? Ini saya Iwan sahabat SMA
                     mu dulu.” (sambil memegang ponsel).
Ari          : “Sapa yah???? Gue lupa tuh.”
Ridwan                : ‘’Masyallah Ari.. ini aku Iwan !! yang dulu kita pernah shalat di masjid kubah
                     bersama sahabat ukhwan yang lain. Ingat gak ??’’
Ari          : ‘’Oh..ya..ya.. gue inget.’’
Ridwan                : ‘’Alhamdulillah.’’
Ari          : ‘’Ada apa nih tumben ngehubungi gue ??’’
Ridwan                : ‘’Gini nih..rencananya hari ini, temen-temen mau adain reunian. Gimana kamu
                     bisa datang kan ?? gak asik ni acara tanpa kamu sahabat !!’’
Ari          : ‘’Duh…dimana ya… ??’’
Ridwan                : ‘’Ayo donk…kapan lagi ni ada waktu buat kumpul bareng’’.
Ari          : ‘’Emm.. oke deh !! entar gue dateng, dimana nih kumpulnya ??’’
Ridwan                : ‘’Biasa..tempat lama kita, ‘’fun cafe’’.’’
Ari          : ‘’Ok..’’
Ridwan                : ‘’Di tunggu..jangan sampai telat yaa !! Wassalamu’alaikum..’’
Ari          : ‘’Yoi..’’ (menutup pembicaraan di ponsel).

(Kehadiran Ari di ‘’Fun Cafe’’)
Ari          : ‘’Hay guys…’’ (memberikan senyuman).
Ridwan                : “Masyallah… Ari !! ini Ari ya??”.
Ari          : “Ya.. ini gue Ari. Masak loe lupa sih ??’’
Ridwan : ‘’Hahaha…maaf, aku pangling liat perubahan gaya, perilaku dan tutur kata
                     kamu Sob.’’
Ari          : ‘’Ya..ya..ya, banyak yang bilang kayak gitu.’’
Ridwan                : ‘’Apa kabar sahabatku ??’’
Alisha   : ‘’Banyak perubahan pada diri kamu Ari.”
Ari          : “Ya kabar saya baik-baik aja. Apa kabar kalian semua??’’
Ridwan dan Alisha : “Alhamduliliah..luar biasa..Allahuakbar…”(serempak menjawab).
Alisha   : “Mau minum apa nih kalian berdua??’’
Ari          : “Emm….”
Ridwan                : “Cappuccino dua”
Ari          : ‘’Loh..kok kamu tahu kalo gue mau pesen Cappuccino ??’’
Ridwan                : ‘’Ya..yalah.. apa sih yang gak aku tau dari sohib sendiri’’ (tersenyum)
Ari          : ‘’Wah.. kayaknya loe lebih tau gue dari pada gue sendiri !!’’
Ridwan                : ‘’Kamu ini Ari berlebihan baget deh.’’
Alisha   : ‘’Udah-udah, aku pesenin sekarang yaa !!
Riwan dan Ari   : OK !! (bersamaan)
Alisha   : “Waw..kompak banget sih kalian dari dulu!!’’
Ridwan                : “Ya..dong”
Alisha   : “Pelayan…!!”
Aisya    : “Ya… Loh…Alisha!!” (terkejut)
Alisha   : “Kamu Aisya kan?? (bertanya kebingunggan)
Aisya    : “Ya…saya Aisya, loh…kok kalian ber-3 kumpul bareng??
Alisha   : “Rencana nya kami ini reunian kecil-kecilan”
Aisya    : “Wah…kebetulan ni, ada sahabat kita satu lagi yang kerja di cafe ini.”
Alisha   : ‘’Siapa ?? ‘’ (bertanya merasa penasaran)
Aisya    : ‘’Ayo tebak… !! siapa dia ??’’
Alisha   : ‘’Emm…siapa ya ???
Aisya    : ‘’Ayo…ingat-ingat !!
Alisha   : ‘’Emm..duh..bingung, gak tau siapa. Auo donk kasih tau !!’’
Aisya    : ‘’Ok-ok…entar yah, aku panggilin dulu.
                     Ahmat.. ??’’
Ahmat : ‘’Ya.. !! (mendekat ke arah meja Aisya)
                    Loh..kalian?? kok ada disini semua??’’ (terkejut)
Ridwan                : ‘’Kami ngadain reunian kecil-kecilan”
Ahmat : ‘’Wah..beruntung nya bisa ketemu kalian semua’’
Aisya    : “Nah..ini dia Ahmat.. mantan pacar kamu waktu di SMA kan Alisha!!”
                    (tersenyum)
Alisha   : ‘’Dasar kamu Aisya” (tersenyum)
Aisya    : “Hahaha… wah kelupaan deh, kalian mau pesan minuman apa??’’
Ridwan                : “Cappuccino’’.
Aisya dan Ahmat : “Baiklah..tunggu sebentar yaa!!’’
Ari          : “OK…’’
Ahmat : “Nah..ini dia minumanya..” (membawa minuman)
Aisya    : ‘’Di minum yaa !! ‘’ (tersenyum)
                    maaf nih kelamaan …
(Ponsel Ari berdering… Lalu diangkatnya, ternyata Rian yang menelponnya)
Ari          : ‘’Ya..guys.. ??’’
Rian      : ‘’Loe ada dimana nieh !! dugem lagi yuk !!’’
Ari          : ‘’Emm…OK deh.. tunggu yaa…’’
Rian      : ‘’OK guys…’’ (telpon ditutup).
(Ari meminta izin pulang kepada para sahabatnya)
Ari          : ‘’Wah..sorry baget nih…gue ada janji ama temen kuliah gue. Gue pulang dulu
                     yaa sob..’’. (melambaikan tangan)
Ridwan                : “Baik lah kalau seperti itu, hati-hati dijalan sob.”
Ari          : “Ya”

(Ari pun melanjutkan janji nya ke diskotik)
Ari          : ‘’Hay…guys !!’’
Rian      : ‘’Tumben loe datang tepat waktu’’
Viny       : “Hahaha…lagi bosen telat tuh bocah” (ngeledek)
Ari          : “Please…deh jangan ngebahas kedatangan gue!! Gak banget tau gak loe-loe.”
Viny dan Rian   : “Ok BOS…” (tertawa)
Ari          : “Giliran sapa nih yang bakal traktir minum hari ini ??’’
Viny       : ‘’Gue..’’
Ari          : ‘’OK… Cirse !!’’

(Tak berapa lama kemudian, ponsel Ari berdering.. dilihatlah nama yang tertera di ponsel itu ‘’Ibu’’ namun..ternyata bukan suara sang ibu)
Ari          : ‘’Halo…’’
Ahmat : ‘’Assalamu’alaikum Ari…. Ini aku ahmat’’
Ari          : ‘’Yaa..ada apa ??’’
Ahmat : ‘’Gawat..gawat..Ari.. i..iiibu kamu… !! cepet pulang Ari…’’
Ari          : ‘’Baiklah..Ahmat.’’

(Ari meminta izin kepada Viny dan Rian untuk pulang cepat, karena sang teman juga penasaran kenapa Ari ingin pulang, dan akhirnya Rian dan Viny pun ikut ke rumah Ari)
Ari          : ‘’Bro..maaf baget nih, gue harus pulang cepat, ada yang gak beres di rumah’’
                    (tergesah-gesah)
Viny       : ‘’Ok lah.. kami juga ikut kalo gitu’’
Rian      : ‘’Yupz…yuk sekarang’’

(Sesampainya Ari dan temannya di rumah, ia dikejutkan dengan bendera hijau yang tertera di atas pagar rumahnya)
Ari          : ‘’Assalamu’alaikum..’’
Ahmat : ‘’Ari…. Tadi sesampainya aku di rumah kamu, aku lihat ibu kamu tergeletak di
                     lantai, lantas aku pegang tangan nya dan ternyata nadi ibumu tak berdenyu,
                     nafasnya pun tak ada serta jantung nya pun tak berdetak’’.
Ari          : “Lalu apa yang terjadi pada Ibu ku ??’’
Ahmat : ‘’Yang sabar yaa sob… ibu…kamu…telah meninggal dunia’’
Ari          : ‘’Apa ??? Ibu ????’’ (mendekati jasad sang ibu)
(Rian dan Viny pun menangis berduka atas musibah yang dilanda oleh sang teman)
Rian      : ‘’Sabar…yaa Ari.’’
Viny       : “Ikhlas kan lah ibu mu menghadap sang Rabb”
Ari          : “TIDAK…!!!!!” (menjerit)

(Seminggu setelah kepergian sang Ibu, Ari berziarah kemakam sang ibu)
Ari          : “Ibu…maafkan aku, yang tak pernah patuh akan setiap kata yang terucap
                    dari mu, apakah Allah akan memaafkan ku Ibu!! Bisakah aku menjadi anak yang         sholeh seperti dambaan ibu selama ini. Semoga ibu tenang dialam sana.”

(Sepulang nya dari berziarah, Ari pun melakukan shalat Taubat dengan kesungguhan hati nya untuk merubah diri, disisi lain temannya Rian dan Viny pun melakukan sholat yang sama. Seusia sholat Ari pun memohon apunan dan berdo’a)
Ari          : ‘’Ya..Allah sang pemilik nyawa setiap insan, ku memohon ampunanmu Ya
                     Rabb… dengan kesungguhan hatiku ..ku niatkan dalam jiwa dan raga agar
                     tertanam jiwa islamia, dengan lisanku…ku ucapkan dzikir dan asma-asma
                     mu Ya Rabb… Ku ikhlaskan ibuku pergi menghadap mu Ya Rabb ,
                     sesungguhnya setiap insan yang bernyawa pasti akan menghadap mu Ya
                     Rabb. Allahuma’firli waliwalidaiya warhamhumakama robbayanisokhiroh.
                     Amin.. ‘’

**********TAMAT***********