Sebuah keluarga yang sangat sederhana, Ibunya mengalami buta di salah satu matanya sejak lahir dan Ayahnya mengalami cacat pada bagian salah satu kakinya yang diakibatkan kecelakaan.
Kumandang azan subuh pun bergema, saatnya bu Imah membangunkan sang anak untuk segera beranjak mengambil wudhu dan lekas sholat.
Bu Imah : “Nak, ayo bangun…kita sholat subuh berjamaah ya?” (Memegang pundak sang
anak)
Kamrina : “Ah…apaan sih loe… gue masih ngantuk ngak usah dibangunin, kalau mau sholat,
yaa sholat aja sendiri ngak usah ngajak gue. Pergi sonoh!!” (Mendorong tubuh
sang Ibu yang telah renta)
Begitu merinti hati kecil sang ibu mendengar perkataan sang anak yang dilontarkan kepadanya.
Kebetulan hari ini libur, kesempatan Kamrina seperti biasa di hari libur, yaitu join bareng sama club_fun nya di ”Cufe Yuk Mari!!” . Sang teman yang telah lama menunggu kehadiran Kamrina, akhirnya datang juga.
Kamrina : ”Hi..guys udah lama ya...nungguin gue disini?” (Tersenyum malu karena
keterlambatannya)
Jamal : ”Kemana aja sih loe,, kita-kita udah lama banget nungguin loe!!” (Mengacungkan
jari telunjuk kearah muka Kamrina)
Kamrina : ”Wah...sorry deh!! Biasa ngak ada hari tanpa macet.” (Tersenyum malu)
Jamal : ”Alah-alah palingan alasan loe doang, udah deh...sekarang mana janji loe.”
(Berwajah mengancam)
Kamrina : ”Janji apa??” (Nampak kebinggungan di raut wajahnya)
Jamal : ”Wah..parah, pakai belagak lupa lagi.” (Menggebrak meja cafe)
Rudin : ”Sabar bro, ngak usah buat onar deh..ok! inget ngak loe Rin, pas kita taruhan
pertandingan bola dan loe kalah dalam taruhan itu lalu loe punya janji buat
neraktir kita-kita. Ingetkan loe? ”
Kamrin : ”O...oo..h...iya..ya (Sedikit terbata-bata), gue lupa nieh,, gimana kalau gue traktir
di sekolahan aja, tapi...tunggu dua hari lagi yaa guys, maklumlah bokap gue belum
ada money, Key!!” (Menawarkan tangannya untuk bertepuk bersama tanda
persetujuan)
Jamal dan Rudin: ”Emmm...Oklah kalau begitu!!!” (Bertepuk)
Kamrina : ”Untuk sementara ini kita minum aja dulu ok!!” (Tersenyum)
Jamal dan Rudin: ”Baiklah..”
Kamrina : ”Pelayan.... !!” (Memanggil)
Pelayan : ”Ya... apa yang ingin anda pesan?” (Berjalan menuju meja)
Kamrina : ”Cappuccino dua” (Memesan)
Pelayan : ”Baiklah, tunggu sebentar” (Berjalan menuju meja pemesanan)
”Ini pesanan anda, terima kasih” (Memberikan pesanan dan lekas pergi)
Kamrina : ”Oh..ya sorry ya ...guyz, gue ada urusan ni, gue pulang dulu yaa!! Bye..” (Bergegas
meninggalkan tempat)
Sepulangnya Kamrina dari Cafe, ia lekas meminta uang kepada sang ayah yang pada saat itu baru saja pulang dari kerja sebagai buruh bangunan.
Kamrina : ”Pak, bagi uang dong!!” (Menadahkan tangannya)
Pak Yono : ”Huuf...bapak capek nak, bentar yaa... kamu bisa ambilkan secangkir air buat
bapak, Bapak haus nak.” (Dengan wajah yang tampak letih)
Kamrina : ”Baiklah, tunggu sebentar (Melangkahkan kakinya menuju dapur dan mengambil
secangkir air, namun bukan diberikan kepada sang ayah malahan disiram kewajah
sang ayah) Noh...ambil sendiri emang gue pembantu, gue minta uang bukan minta
di suruh-suruh.” (Wajahnya nampak marah)
Pak Yono : ”Masya’allah nak, sabar sebentar bapak letih sekali, untuk hari ini bapak belum
dapat bayaran karena kaki bapak terlalu sakit!!” (Mengusap-usap dadanya)
Kamrina : ”Dasar Pincang!! Bete gue dengernya, pokoknya dua hari dari hari ini, bapak harus
kasih uang sama Rina. Awas aja entar kalau engak.” (Mengajungkan jari telunjuk
kearah wajah sang ayah)
Merintih hati sang ayah mendengar perkataan anak semata wayangnya yang memperlakukannya tidak selayaknya orang tua.
Setelah itu Kamrina bergegas menuju sang Ibu yang baru pulang dari berjualan kue keliling.
Kamrina : ”Bu...bagi uang donk!!” (Menadahkan tangannya)
Bu Imah : ”Maaf nak, hari ini dagangan Ibu belum terjual habis, sabar yaa!!” (Mengelus
pundak sang anak)
Kamrina : ”Sabar-sabar mulu, dasar buta kesel gue dengernya. Pokoknya dua hari dari har
ini harus ada. Awas aja entar kalu kagak ada.” (Mengajungkan jari telunjuk
kearah wajah sang Ibu lalu bergegas meninggalkan rumah)
Rumuk hati sang ibu melihat perbuatan sang anak yang memperlakukannya semena-mena.
Dua hari berlalu....
Saatnya Kamrina menagih apa yang telah ia janjikan kepada kedua orang tuanya.
Kamrina : ”Uang-uang mana uang yang gue minta, buruan!! Gue mau sekolah nih.”
(Menadahkan tanggannya)
Bu Imah dan Pak Yono : ”Ini nak.” (Memberikan uang kepada sang anak)
Bu Imah : ”Gunakan seperlunya ya nak, jangan dihambur-hamburkan.” (Memegang pundak
sang anak)
Kamrina : ”Itu urusan gue, jangan ikut campur” (Menunjuk wajah sang Ibu), ”Ok..gue mau
berangkat sekolah.” (Meninggalkan rumah)
Sesampainya disekolahan, ia lekas menghampiri Jamal dan Rudin untuk mentraktir makan bareng dan bergegas menuju kantin.
Kamrina : ”Ok.. loe-loe semua mau makan apa aja? Ambil semua entar gue semua yang bakal
bayar semuanya.” (Menunjuk makanan)
Rudin : ’’Apa aja lah, yang penting super-super enak. Gue ngak mau yang terlalu mahal
takut entar loe ngak bisa bayar, kan loe anak dari bapak yang pincang dan kerja
buruh bangunan, ibu yang buta berjualan kue keliling didekat rumah warga.’’
(Berwajah menyindir)
Kamrina : ’’Loe itu ngomong apaan sih.’’ (Menampar pipi Rudin)
Jamal : ‘’Sudah...sudah...santai bro!!’’ (Melerai)
Kamrina : ’’Ok !!’’ (Meninggalkan kantin)
Kamrina bergegas meninggalkan kantin meninggalkan Rudin dan Jamal karena tersinggung akibat perkataan yang dilontarkan oleh Rudin.
Sepulang sekolah Kamrina lekas menuju rumah, namun sesampainya di rumah, didapatkannya sebuah bendera hijau yang bertuliskan ‘’Innalillahi wa’inailaihi rodziun’’, lalu ia lekas masuk kedalam rumah.
Kamrina : ‘’Bu ada apa ini, kok ramai sekali !!’’ (Wajahnya tampak binggung)
Bu Imah : ‘’Sabar yaa nak, Bapakmu telah tiada, ia meninggal akibat jatuh dari atap pondasi
bangunan.’’ (Memegang pundak sang anak)
Kamrina : ”TIDAK !!!! BAPAK!!! Jangan tinggalin Rina.’’
Bu Imah : ”Sabar nak, Ini ada sedikit pemberian bapakmu yang dititipkan ke Ibu sehari
sebelum bapakmu wafat, coba dibuka!!” (Memberika Sebuah Kotak)
Kamrina : ”Apa?? Handphone?? Untuk ku??” (Dibukalah kotak tersebut, yang didalamnya
juga terdapat sebuah surat)
Assalamu’alaikum...
Untuk Anak Terkasihku
Kamrina
Telah lama bapak ingin memberikan kamu sebuah hadiah yang mungkin tidak seberapa.
Namun ini merupakan sebuah kebahagian tersendiri bagi bapak karena telah mampu membelikan barang yang telah lama Rina inginkan.
Bagus bukan!! J
Selamat Ulang Tahun ke-16 tahun anakku
”Jadilah anak yang sholeh serta berbakti kepada kedua orang tua”
Dari : Ayah yang selalu ada untukmu
Sekian....Wassalamu’alaikum...
Sang ayah meninggal tepat di hari ulang tahun sang anak yang beranjang ke-16 tahun. Disela hati kecilnya terbesit sebuah penyesalan, karena ia belum sempat mengatakan ”Maaf” kepada sang ayah.
**********************TAMAT**********************