Kebanyakan orang-orang yang terlibat di suatu lembaga, terutama lembaga pendidikan, masih ada orang dalam yang tidak berlaku jujur dalam mengelolah keuangan. Keutamaan suatu pendidikan akan menjadi berkualitas bila orang dalam lembaga tersebut bertindak sesuai yang telah ditetapkan. Sekarang menjadi tanda tanya, dikemanakan dana yang seharusnya menjadi keperluan untuk fasilitas sekolah ini?? Pertama saya akan membahas mengenai “Orang-orang yang terlibat dalam pengelolah dana sekolah”. Fasilitas akan terpenuhi bila orang yang mengelolahnya tersebut berlaku jujur. Uang yang bukan hak milik kita, lalu kita ambil, walaupun ditutup-tutupi sekali pun pasti akan terbongkar. Tidak sekarang.. namun nanti, disuatu saat nanti akan berbalik menjadi ancaman bagi diri kalian.
Sebuah peraturan itu harus lebih tegas, agar para penggurus dana lembaga pendidikan menjadi lebih disiplin dalam mengkoordinasi uang yang akan dikeluarkan untuk keperluan sekolah bukan menjadi keperluan pribadinya.
Sekarang saat nya membahas masalah “Fasilitas Sekolah”, sudah kah lembaga-lembaga pendidikan di negara Indonesia terpenuhi fasilitas yang dibutuhkan dalam bahan penggajaran?? Tidak semuanya, hanya sekolah-sekolah tinggkat internasional yang telah terpenuhi, namun sekolah-sekolah yang tidak tinggkat internasional, mereka hanya dapat mengunakan media buku sebagai bahan ajarnya. Setelah adanya dana yang diberikan, tinggal sekolah yang mengelolah dana tersebut untuk membelikan peralatan kebutuhan sekolah seperti : media komputer, mikroskop, alat-alat praktik fisika, kimia, biologi, dan tersedianya ruang listening serta perpustakaan dengan media internet. Tidak hanya buku dan guru saja kita mendapatkan pengetahuan, namun dari media internet pun kita jauh lebih jelas dapat memahami suatu pengetahuan.
Setelah menjalarnya media internet dan warung-warung internet, sekarang kita tidak kesulitan lagi dalam mengenal dan memahami dunia luar, tak harus pergi ke Korea untuk mengenal bahasanya, kita dapat mempelajarinya semua di Internet. Namun sudahkah kita menggunakannya secara “Positif”? kebanyakkan para pelajar saat ini salah dalam memanfaat media internet, seperti contohnya : game online yang sedang marak-maraknya, dan para pelajarlah yang menjadi targetnya, karena keasyikan main game, mereka menjadi malas untuk belajar bahkan ada yang lebih parahnya lagi membolos sekolah demi tak mau ketinggalan game online. Bukankah adanya suatu fasilitas menjadikan tunjangan bagi diri untuk lebih baik dan berkualitas!! Tidak, seperti contoh diatas yang salah dalam menggunakan media Internet. Awal dari ajakan teman, ikut dan menjadi ketagihan untuk memainkannya. Jadi inti nya, hanya pada diri kitalah yang menjalankan internet dengan benar, jangan internet yang menjalankan kita. Setelah tersedianya fasilitas, tinggal kita yang merawat fasilitas tersebut menjadi tidak cepat rusak.
Tak kalahnya lagi, telah banyak para pelajar baik SMP, SMA dan mahasiswa yang mengunakan internet sebagai ajang untuk melihat film dan gambar porno, dan yang lebih parahnya lagi para pelajar SD pun kebanyakkan telah melihat dan ini akan merusak pola fikir sang anak. Bagaimana suatu pendidikan dalam negara akan menjadi berkualitas, bila para pemuda/pemudi nya seperti di atas. Dan disisi lain pun keperdulian orang tua terhadap anak harus terjalin baik, agar sang anak tidak melanggar kehendaknya.
Yang membuat baik buruknya diri kita tidak tergantung pada media, namun pada diri kita masing-masinglah, yang menjadikan diri kita baik dan berkualitas untuk agama, bangsa dan negara.