Sangat banyak para pelajar yang tersesat oleh pergaulan yang salah karena terjerumus dalam obat-obat terlarang (NARKOTIKA), perkelahian antar pelajar atau tawuran dan masih banyak lainya, dan ini merupakan suatu bukti bahwa akhlak pada diri pelajarlah yang harus dahulu dibenahi. Akhlak yang baik akan mencerminkan sosok sikap diri yang baik pula, namun sebaliknya bila akhlak sang pengajar / pendidik yang buruk maka secara langsung para pelajar pun akan berlaku buruk dan terutama keperdulian orang tua terhadap anaknya. Faktor pertama yang saya bahas adalah “Akhlak Para Pelajar”.
“Banyak anak, banyak rejeki”, itu yang dikatakan orang tua terdahulu, namun bukankah banyaknya anak akan menambah beban dalam perekonomian keluarganya..!! bagi mereka yang berkecukupan itu tak masalah, namun bagi mereka yang sulit dalam ekonomi itu yang sangat menyulitkan. Kebanyakkan orang misikin itu, diakibatkan oleh kemiskinannya sendiri. Contoh : sebuah keluarga miskin, yang suaminya sakit-sakitan karena sudah tua, istrinya yang bekerja menjadi pencuci baju di rumah orang (demi membiayai pengobatan suaminya), lalu memiliki 5 orang anak, anak pertama usia 10 tahun (yang tidak bersekolah dan menjadi penjual koran demi memenuhi kebutuhan keluarga), anak kedua berumur 9 tahun (yang tidak bersekolah karena tak dapat memenuhi biaya sekolahnya), lalu ketiga adiknya yang masih kecil itu lah yang harus dinafkahi oleh sang kakak. Itu lah maksud dari kata “Kemiskinan itu, diakibatkan oleh kemiskinannya sendiri”. Anak tidak hanya dipenuhi sandang dan pangan namun pendidikan pulalah yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Karena tuntutan ekonomi keluarganya lah, yang menghalangi sang anak untuk melanjutkan pendidikannya. Bagaimana ia mau bersekolah sedangkan mereka sulit dalam bidang ekonomi, dan ia harus mau tidak mau menjadi tulang punggung keluarga. Ini adalah faktor kedua yang saya bahas dalam persoalan pendidikan yaitu “Kemiskinan”.
Kebanyakkan sekolah negeri saat ini tidak sama dengan kualitas sekolahnya, mengapa saya katakan seperti itu? Karena, masih banyak para guru yang bersangkutan memunggut / meminta uang kepada calon murid, dengan cara ini para pelajar pun dapat masuk kesekolah negeri yang ia inginkan tanpa harus memiliki kriteria nilai yang baik, dengan uang ia dapat berkehendak. Bagaimana pendidikan akan menjadi maju?? Bila lembaga pendidikannya saja masih memunggut dana. Contohnya saya : saya telah memiliki nilai seperti yang diharapkan oleh sekolah “A”, sedangkan teman saya yang memiliki nilai jauh dibawah saya, ia dapat masuk dengan memberikan uang kepada guru sekolah “A” tersebut. Sekarang, saya dapat menilai : Apa beda nya sekolah negeri dengan swasta, toh keduanya itu tempat membina seorang pelajar untuk berlaku jujur dan menjadi sosok generasi yang dapat menyongsong negri ini kearah yang baik. Sekolah negeri belum tentu menjamin kita menjadi sosok yang berkualitas kedepannya, namun hanya dari dirinyalah yang berkemauan untuk menjadikan dirinya itu untuk berkualitas kedepannya nanti. “Sebuah sekolah itu akan berpredikat baik, bila para pelajar yang didalamnya pun berkualitas.” Faktor ketiga yang saya bahas adalah mengenai “Lembaga Pendidikan”.
Gunakan dana yang didapat untuk sekolah, untuk memenuhi fasilitas sekolah yang belum tersedia, jangan mengunakkannya menjadi kepentingan pribadi (Mengambil uang yang bukan hak milik kita), suatu pendidikan akan maju, bila fasilitasnya pun terpenuhi. Faktor keempat “Gunakan Dana Sebaik Mungkin”.