Laman

Arsip Blog

Rabu, 04 Januari 2012

Shelly Si Pintar Yang Malang

Pagi pun tiba, saatnya Shelly bangun dan sholat isyak berjamaah dengan ayah, ibu dan adiknya yang bernama Ilham. Setelah selesai ia membatu ibunya memasak sarapan pagi setelah itu ia mandi dan mempersiapkan keperluan sekolahnya. Pagi ini Shelly akan berangkat kesekolah bersama sahabatnya nya, yaitu Desi, Tiara dan Anggi. Mereka sudah cukup lama kenal sejak duduk dibangku Madrasah Ibtidahiyah. Alamdulillah Shelly dan sahabatnya dapat melanjutkan sekolah ke tingkat MTs.
                Bel sekolahpun berbunyi “tet………” Shelly dan para sahabatnya mendegar suara bel tersebut lalu mereka berlari-lari….. menuju gerbang sekolah yang sebentar lagi mau di tutup. “huuf…..untung aja pak satpam nya baik…” kata Shelly. Lalu Anggi menyaut….”tuh,,,satpam bukannya baik, tapi….dia kasian liat kita Lari-lari mangkanya ngak ampe ditutup tuh gerbang”. Desi pun serentak nyerocos “udah….deh…bentar Lagi Ibu Aisyah mau masuk kelas….yuk…cepet..!!”
                Sesampainya di kelas mereka buru-buru ambil posisi duduk di bangku, dan tak lama kemudian ibu Aisyah datang. “Asslamu’alaikum” ibu Aisyah, “Wa’alaikum salam” semua siswa pun menjawab salam. “Hari ini kita ulangan, jangan ada lagi buku di atas meja dan hanya ada pencil dan kertas” ibu Aisyah. Desi, Tiara dan Anggi yang sama sekali ngak belajar mereka jadi kepusingan melihat soal-soal di papan tulis, sedangkan Shelly dengan sigapnya dan penuh konsentrasi mengerjakan soal-soal tersebut. Dan dalam waktu 20 menit Shelly telah menyelesaikannya dan mengumpulkannya pada ibu guru.
                Bel istirahat pun berbunyi “tet…………”, “huuf….akhirnya istirahat juga” kata Tiara. “Yuk,,,pada kekantin,,,” ajakan Desi. Setibanya di kantin Desi, Tiara dan Anggi baru menyadari kalau Shelly tidak berada dikantin ikut bersama mereka. Akhirnya mereka pun bergegas mencari Shelly.  “kemana sieh…tuh anak, ngak biasa nya kayak gini” kata Tiara. “iya,,,ya….”sahut Desi. “apa mungkin dia lagi ada masalah” kata Anggi. “kalau emang iya, kenapa dia ngak bilang ma kita, kita kan sahabatnya” jawab Tiara. Setelah lama mencari….dan akhirnya bel tanda masuk kelas pun berbunyi “tet………”. Mereka pun bergegas menuju kelas. Tapi….. sesampainya dikelas, mereka tidak melihat keberadaan Shelly dan……..tas nyapun tak ada. “duh…..emang nya Shelly kenapa sieh….kok gak kayak biasa nya pergi tanpa izin ma kita” kata Tiara. “Iya,,,ya….entar kita coba datangi rumahnya aja, gimana?” Tanya Anggi, “eemmm….ok..ok…”jawab Tiara dan Desi.
                Setibanya di rumah Shelly, mereka langsung mengetuk pintu rumah dan megucapkan salam “Assalamu’alaikum Shelly”. Namun sama sekali tak ada jawaban dari dalam rumah. Para sahabatnya terus mengetuk dan mengucapkan salam, namun…sepertinya sia-sia, “mungkin ngak da orang di dalam, kalo gitu kita pulang aja deh , entar sore kita kesini lagi, gimana??” Tanya Anggi, “yaa,,,,udah deh,,,, entar sore aja” jawab Desi dan Tiara. Mereka pun beranjak pulang.
                Sore pun tiba, saat nya para sahabat nya menuju rumah Shelly. “tok…tok…tok…..Assalamu’alaikum…tante, om” salam Desi. “Wa’alaikum salam” sahut ibunya Shelly. “oh,,,Desi…mau bertemu sam Shelly ya??” Tanya ibu Shelly, “iya tante….tadi kami bertiga datang kesini sepulang sekolah tapi….kayaknya tadi ngak ada orang mangkanya kami datang kesini lagi” jawab Desi. “tapi,,,,tadi ibu kira Shelly lagi kerja kelompok ama kalian, Shelly nya ngak ada dirumah dan belum pulang sampai sekarang, tadi pagi saat kalian datang kerumah, ibu lagi mencuci di rumah majikan dan om lagi ngojek, sedangkan Ilham ada di rumah kakeknya”, “duh,,,,gimana yaah,,,tante jadi binggung ni” ibu Shelly. “kalau begitu akan kami coba cari di sekitar kampung mungkin ada, yang sabar ya tante” sahut Desi. “iya,,,entar kalau dah ketemu sama Shelly, tolong bawa pulang ya nak!!” kata Ibu Shelly. “iya…tante, permisi : “Wassalamu’alaikum” mereka mengucapkan salam. “Wa’alaikum salam” jawab salam ibu Shelly. “Semoga tidak akan ada yang terjadi terhadap putri hamba yaa….Allah, lindunggilah dia dari segala macam marabahaya” do’a sang ibu kepada putri yang dicintainya.
                Malampun tiba namun kedatangan yang diharapkan ibunya pun tak kunjung datang, ibu nya mulai was-was dan ayahnya pun selalu berdo’a agar tidak ada yang terjadi kepada putrinya. Sampai tenggah malampun belum ad kabar dari para sahabatnya Shelly.  Untuk menghilangkan rasa was-was nyapun ibunya melanksanakan sholat tahajud dan ia berdo’a “yaa…Allah…berikanlah…perlindungan pada putri hamba di mana pun ia berada sekarang dan pulangkanlah ia yaa..Allah karena saya sangat menghawatirkanya….hanya kepadmu lah aku memohon perlindungan, robbanaatina fitdunyahasanah wafilahirotihassantau wakinah azzabannar”. Setelah melakukan sholat tahajud hati ibu Shelly sedikit bisa tenag.
                Pagi harinya, ibunya menunggu di depan rumah dan berharap kedatangan sosok putrinya yang amat ia sayangi. Dan tak lama kemudian sosok yang diharapkan nya pun hadir. Ibunya langsung lari dan memeluk putrinya. Namun dengan wajah yang sangat pucat Shelly pun berkata “Ibu…maaf kan Shelly ya??”, “iya,,,,jangan diulangi lagi perbuatan ini, ibu sangat hawatir” jawab ibunya. Ibu nya langsung membawa Shelly kedalam rumah dan menyuguhkan teh hangat untuk putrinya. “Ibu..sebenarnya ada yang inggin Shelly katakan” kata Shelly, “katakanlah nak..”jawab ibu. “Bu…bila suatu saat Shelly meninggalkan Ayah,Adik dan Ibu.. jangan bersedih yaa !! karena bila ibu bersedih aku pu pasti ikut menangis di alam sana” kata Shelly, “aduh…nak,,,kamu ini bilang apa sih,,,,jangan gitu…kamu masih hidup kan mengejar cita-citamu” kata sang Ibu. “Ibu sebenarnya sudah lama Shelly ingin mengatakan kabar ini kepada Ibu dan Ayah, tapi….rasanya tidak sanggup untuk menggucapkan” kata Shelly, “apa itu nak…?? Katakanlah jangan membuat ibu tambah hawatir” kata Ibunya. “Ibu…. Sudah berjalan 6 bulan kini tibalah detik-detik terakhir Shelly. Waktu itu Shelly pergi ke Rumah Sakit dan menanyakan penyakit jantung yang dialami Shelly, dan dokter mengatakan penyakit ini sudah begitu parah dan tidak bisa lagi di sembuhkan walaupun dengan cara operasi sekali pun, dan dokter pun mendiagnosa bahwa waktu Shelly hanya bisa bertahan 6 bulan.” Dengan meneteskan air mata Shelly menceritakannya kepada Ibunya. “Astaqfiruallah….semua mati dan hidup itu di tanggan Allah dan bukan manusialah yang dapat memastikan kematiaan seseorang” balas sang ibu. Tak lama kemudaian Shelly mengalami sesak nafas dan perlahan-lahan ia menggambil nafas namun tak lama kemudian ia menghembuskan nafas terakhir. Ibunya pun berderai air mata dan menutup mata sang putri dengan rasa hati yang sangat teriris karena ia ditinggalkan oleh putri kesayangan nya untuk selamanya. Shelly meninggal tepat pada pukul 10.00 hari jum’at dan dikebumikan di samping makam almarhum Kakaknya.


       ********************************** TAMAT *******************************
Karya : Dwi Rahayu