Sinar mentari dengan sigap membangunkan insan-insan yang terlelap dalam tidurnya. Seperti halnya Ilham, Yudi, Ardi dan Kevin, mereka anak jalanan dengan sejuta kekreativan. Selain memiliki bakat bernyanyi, walupun itu di lakukan di jalan raya yang ramai merekapun dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka yang sebatang kara. Bila mengharap hasil mengamen tentu tak cukup. Sampai suatu ketika Ardi menemukan bungkus-bungkus detergen yang terbuang di dalam kotak sampah. “Hei…Yudi, Kevin, Ilham lihat deh bungkus detergen ini sangat banyak, gimana kalau kita jadiin uang?”, kata Ardi. “Jadiin uang gimana maksud kamu di?”, tanya Yudi, “Kita bikin tas dari bahan ini”, jawab Ardi. “Wah..ide bagus tuh” kata Yudi, Kevin dan Ilham dengan kompak. “Ok..kita mulai sekarang”, jawab Ardi.
Langkah pertama pembuatan tas karya mereka pun dimulai. ‘’Mari kita lakukan proses pencucian bungkus detergen dengan menggunakan air bersih’’, kata Ardi, “Baik sob” jawab Yudi. “Setelah ini apa yang harus kita lakukan?” tanya Ilham. “Bungkus detergen yang telah bersih, lalu kita gunting dengan ukuran 30x30cm, dan kemudian kita jahit dengan menggunakan benang wol” , jawab Ardi.
Sampai pada akhirnya terbuatlah lima buah tas dari bungkus detergen tersebut. Dengan tangan kreativnya, merekapun berinisiatif untuk menjualnya dipinggir trotoar. Usaha mereka pun berbuah manis, dengan kesungguhannya tas karya merekapun terjual habis.
Lalu dengan hasil kerja keras mereka, Yudi, Kevin, Ilham dan Ardi membuka tempat usaha untuk berjualan tas buah tangan mereka. Dan pada akhirnya mereka menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan yang cukup memusaskan. Merekapun menyalurkan idenya kepada anak-anak jalanan untuk berpartisipasi dalam pembuatan tas, agar terciptanyalapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan.
*************************************TAMAT***************************************
Karya : Dwi Rahayu